SEKALI SWIPE LANGSUNG BERSIH

Jenis-Jenis Beacon Maritim: Perbedaan Category 1 dan Category 2

Jenis-Jenis Beacon Maritim Perbedaan Category 1 dan Category 2

Jenis-Jenis Beacon Maritim – Peralatan keselamatan maritim memiliki peran yang sangat vital dalam melindung keselamatan jiwa di laut lepas. Saat kapal mengalami situasi darurat seperti kebocoran atau tenggelam, kru membutuhkan alat yang sanggup memancarkan sinyal bahaya secara cepat. Salah satu perangkat pemancar sinyal bahaya berbasis satelit yang paling utama adalah Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB).

Namun, tidak semua pemancar sinyal darurat maritim memiliki mekanisme kerja yang sama. Pabrikan membagi perangkat ini ke dalam dua kategori utama berdasarkan metode peluncurannya, yaitu Category 1 dan Category 2. Memahami perbedaan kedua kategori ini sangat penting agar pemilik kapal tidak salah dalam memilih perlengkapan keselamatan. Mari kita bedah perbedaan kedua jenis beacon maritim ini secara detail.

Jenis-Jenis Beacon Maritim

1. EPIRB Category 1: Pelepasan Otomatis (Float-Free)

Perangkat Category 1 terancang khusus untuk bekerja secara otomatis tanpa memerlukan intervensi manusia saat situasi darurat terjadi.

Perangkat jenis ini terpasang di area terbuka kapal menggunakan bracket khusus yang memiliki Hydrostatic Release Unit (HRU). Ketika kapal tenggelam hingga kedalaman 1,5 sampai 4 meter di bawah permukaan air, tekanan air akan mengaktifkan pisau pemotong pada HRU. Alat tersebut secara otomatis memotong tali pengikat sehingga unit beacon terlepas dan mengapung ke permukaan air.

Setelah berhasil mengapung di permukaan laut, sakelar air (water-activation switch) pada bodi alat akan mendeteksi konduktivitas air laut. Sistem kemudian langsung menyalakan pemancar sinyal darurat secara otomatis ke jaringan satelit.

Beberapa keunggulan utama dari Category 1 meliputi:

  • Sangat Aman untuk Situasi Darurat Mendadak: Alat tetap bekerja meskipun kapal tenggelam dengan cepat dan kru tidak sempat mengaktifkan alat secara manual.
  • Mekanisme Ganda: Operator tetap dapat melepaskan dan mengaktifkan alat ini secara manual jika dibutuhkan.
  • Standar Wajib Kapal Besar: Regulasi internasional seperti Safety of Life at Sea (SOLAS) mewajibkan penggunaan tipe ini pada kapal komersial dan kapal penumpang.

BACA JUGA : Alat Pembersih Peralatan Maritim

2. EPIRB Category 2: Pelepasan Manual (Manual Release)

Berbeda dengan tipe pertama, perangkat Category 2 membutuhkan tindakan manual dari operator atau kru kapal untuk mengaktifkannya.

Alat ini tersimpan di dalam bracket khusus yang biasanya terpasang di dalam ruang kemudi (bridge) atau lokasi yang mudah terjangkau oleh kapten kapal. Ketika terjadi keadaan darurat, kru harus mengambil unit dari bracket, membuka segel pengaman, dan menekan tombol daya secara manual.

Setalah diaktifkan, kru dapat membawa alat ini ke atas perahu karet (life raft) atau melemparnya ke laut agar mengapung dan memancarkan sinyal.

Fitur dan karakteristik utama Category 2 antara lain:

  • Aktivasi Terkontrol: Mengurangi risiko pemancaran sinyal palsu (false alarm) karena alat tidak akan aktif sendiri jika terkena cipratan air.
  • Bentuk Lebih Ringkas: Ukuran housing atau bracket lebih sederhana karena tidak memerlukan komponen HRU.
  • Cocok untuk Kapal Kecil: Tipe ini sangat populer untuk penggunaan pada kapal nelayan kecil, kapal pesiar pribadi, atau yacht.

Perbandingan Utama Category 1 vs Category 2

Untuk memudahkan Anda dalam memilih, berikut adalah ringkasan perbedaan mendasar antara kedua jenis beacon maritim tersebut:

  1. Metode Pelepasan: Category 1 melepaskan diri secara otomatis menggunakan HRU saat terendam air. Sementara itu, Category 2 murni mengandalkan pelepasan manual oleh tangan manusia.
  2. Lokasi Pemasangan: Category 1 wajib terpasang di area luar (outdoor) yang bebas dari halangan fisik agar dapat mengapung lancar. Sebaliknya, Category 2 dapat disimpan di dalam ruangan kemudi agar terlindung dari cuaca buruk.
  3. Pengoperasian Sinyal: Category 1 dapat aktif secara otomatis saat menyentuh air laut maupun diaktifkan manual. Sedangkan Category 2 harus dinyalakan sakelarnya secara manual oleh kru.

Pahami juga bahwa terlepas dari perbedaannya, kedua tipe ini memiliki fungsi pemancaran sinyal darurat yang sama ke satelit Cospas-Sarsat. Jika Anda ingin mempelajari teknis pemancaran sinyal ini secara lebih mendalam, Anda dapat membaca panduan lengkap tentang EPIRB dan bagaimana cara kerjanya di laut lepas.

BACA JUGA : Alat Pengurung Tumpahan Minyak di Laut

Kesimpulan

Pemilihan jenis beacon maritim yang tepat sangat bergantung pada ukuran kapal, rute Pelayaran, dan regulasi keselamatan yang berlaku. Tipe Category 1 merupakan pilihan wajib untuk kapal niaga yang melayari rute internasional karena fitur peluncuran otomatisnya. Di sisi lain, tipe Category 2 memberikan solusi praktis dan ekonomis bagi pemilik kapal berukuran kecil. Menjaga keandalan alat ini melalui inspeksi rutin akan memastikan keselamatan seluruh kru kapal tetap terjamin saat berlayar.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko
×