SEKALI SWIPE LANGSUNG BERSIH

Mengenal Jenis-Jenis Jangkar Kapal dan Fungsinya

Mengenal Jenis-Jenis Jangkar Kapal dan Fungsinya

Jenis-Jenis Jangkar – Pada dasarnya, keselamatan sebuah kapal saat berhenti di tengah perairan sangat bergantung pada sistem tambatnya. Oleh karena itu, jangkar menjadi salah satu komponen paling vital pada setiap armada laut. Sebab, alat ini berfungsi untuk menahan posisi kapal agar tetap stabil dari dorongan arus air. Selain itu, jangkar juga melindungi kapal dari hempasan angin kencang dan gelombang laut yang besar.

Perlu diketahui bahwa setiap kapal menggunakan tipe jangkar yang berbeda-beda tergantung pada ukuran lambung kapal. Bahkan, kondisi dasar laut tempat kapal bersandar juga menentukan pilihan jenis jangkar tersebut. Oleh sebab itu, mari kita pelajari bersama mengenai jenis-jenis jangkar kapal yang paling sering digunakan dalam industri maritim saat ini.

Fungsi Utama Jangkar dalam Dunia Maritim

Sebelum membahas tipe jangkarnya, Anda harus memahami prinsip dasar kerja alat penambat ini terlebih dahulu. Secara umum, jangkar bekerja dengan cara mencengkeram dasar laut yang berlumpur, berpasir, atau berbatu. Ketika petugas menurunkan jangkar, rantai berat akan membantu badan jangkar terbaring rata di dasar laut.

Selanjutnya, lengan jangkar akan menancap kuat ke dalam tanah akibat tarikan dari pergerakan kapal. Dengan demikian, kapal tidak akan hanyut terbawa arus liar saat mesin mati. Oleh karena itu, pemilihan jenis jangkar yang tepat sangat menentukan tingkat keamanan seluruh kru dan muatan kapal.

BACA JUGA : Apa itu Oil PVC Boom dalam Dunia Maritim?

Jenis-Jenis Jangkar Kapal yang Paling Populer

Saat ini, perkembangan teknologi maritim telah melahirkan berbagai inovasi bentuk jangkar. Berikut adalah rincian mengenai beberapa jenis jangkar kapal yang umum digunakan di seluruh dunia:

1. Jangkar Stockless (Jangkar Tanpa Tongkat)

Pertama, jenis jangkar yang paling banyak digunakan oleh kapal-kapal besar adalah jangkar stockless. Sebab, jangkar tipe ini tidak memiliki tongkat melintang pada bagian atasnya. Oleh karena itu, petugas dapat menarik dan memasukkan jangkar ini langsung ke dalam ulup jangkar (hawse pipe) dengan sangat mudah.

Selain itu, lengan jangkar ini dapat bergerak fleksibel karena menggunakan sistem engsel. Hasilnya, kedua cakar jangkar bisa menancap ke dalam dasar laut secara bersamaan untuk memberikan daya tahan yang maksimal.

2. Jangkar Danforth (Jangkar Berfluke Besar)

Kedua, kita mengenal jenis jangkar Danforth yang memiliki bentuk fisik cenderung lebih pipih. Namun, alat ini dilengkapi dengan cakar (fluke) yang berukuran sangat lebar dan tajam. Oleh karena itu, jangkar Danforth memiliki daya cengkeram yang luar biasa kuat pada dasar laut yang berlumpur tebal.

Terlebih lagi, bobot jangkar ini relatif lebih ringan jika kita bandingkan dengan jenis jangkar stockless. Oleh sebab itu, kapal-kapal penangkap ikan dan kapal pesiar berukuran kecil sangat gemar menggunakan jenis ini.

3. Jangkar Mushroom (Jangkar Jamur)

Ketiga, sesuai dengan namanya, jangkar ini memiliki bentuk unik menyerupai tudung jamur terbalik. Secara khusus, jenis jangkar ini tidak mengandalkan cakar tajam untuk menancap di dasar laut. Sebaliknya, jangkar jamur bekerja dengan cara membenamkan dirinya secara perlahan ke dalam lumpur lunak.

Lama-kelamaan, berat badan jangkar dan hisapan lumpur akan mengunci posisi jangkar ini dengan sangat kuat. Oleh karena itu, alat ini sangat ideal untuk kapal suar, dermaga apung, atau kapal-kapal yang harus menetap lama di satu lokasi statis.

4. Jangkar Grapnel (Jangkar Cakar Banyak)

Keempat, ada jenis jangkar Grapnel yang memiliki empat atau lebih lengan cakar di sekeliling bodinya. Biasanya, bentuk cakar ini menyerupai payung yang terbuka setengah. Sebenarnya, jangkar jenis ini sangat jarang digunakan untuk menahan kapal berukuran besar di laut lepas.

Namun, para pelaut sering menggunakan jangkar Grapnel untuk mencengkeram dasar laut yang penuh dengan batuan karang. Selain itu, alat ini juga sangat berguna untuk mengait kabel bawah laut atau mengangkat barang yang tenggelam.

5. Jangkar Hall

Kelima, jangkar Hall merupakan salah satu varian jangkar tanpa tongkat yang sangat legendaris di dunia. Sebab, desain jangkar ini memiliki bagian kepala yang sangat berat dan kokoh. Dengan begitu, jangkar Hall dapat turun ke dasar laut dengan sangat cepat dan stabil. Tentu saja, cakar jangkarnya akan langsung mengunci posisi kapal begitu menyentuh lapisan pasir keras di dasar laut.

BACA JUGA : Apa itu Safety Padlock? Mengenal Fungsi Utama Gembok LOTO

Tips Memilih Jenis Jangkar Sesuai Standar K3

Di sisi lain, Anda tidak boleh sembarangan dalam menentukan jenis jangkar untuk armada kapal Anda. Sebab, kesalahan memilih jenis jangkar bisa berakibat fatal pada keselamatan pelayaran. Berikut adalah beberapa panduan penting yang bisa Anda terapkan:

  • Periksa Jenis Dasar Laut: Gunakan jangkar Danforth untuk area berlumpur, dan pilih jangkar stockless atau Hall untuk dasar laut yang cenderung berpasir keras.
  • Sesuaikan dengan Bobot Kapal: Pastikan berat jangkar dan kekuatan rantai telah sesuai dengan aturan klasifikasi maritim yang berlaku di Indonesia.
  • Lakukan Perawatan Rutin: Selalu periksa bagian engsel dan korosi pada rantai jangkar agar alat dapat berfungsi optimal saat situasi darurat.

Kesimpulan

Akhir kata, memahami karakteristik dari setiap jenis-jenis jangkar kapal merupakan hal yang wajib bagi para pelaku industri maritim. Sebab, setiap jenis memiliki keunggulan tersendiri yang disesuaikan dengan medan perairan yang dihadapi. Oleh karena itu, pastikan kapal Anda menggunakan tipe jangkar yang tepat demi menjaga keselamatan operasional dan efisiensi bisnis pelayaran Anda.

Keranjang belanja

Tidak ada produk di keranjang.

Kembali ke toko
×